Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) sebagai Dasar Perancangan Program Bimbingan dan Konseling di SMK Darul Muchlisin Jember Rofiyatun Rofiyatun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12103

Abstract

Kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ) merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan intelektual maupun emosional semata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan spiritual siswa kelas X( Sepuluh ) Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMKS Darul Mukhlisin Jember serta menyusun rancangan program Bimbingan dan Konseling (BK) berdasarkan hasil asesmen tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 26 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket Spiritual Quotient berskala Likert yang terdiri atas 69 item pernyataan yang mewakili delapan aspek, yaitu kesadaran diri, hubungan dengan Tuhan, makna dan tujuan hidup, nilai dan moralitas, hubungan dengan sesama, kesadaran terhadap alam, praktik spiritual, serta penerimaan dan keikhlasan. Data dianalisis menggunakan teknik skoring, kategorisasi, dan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 siswa (57,7%) berada pada kategori sangat tinggi dan 11 siswa (42,3%) berada pada kategori tinggi, sementara tidak ditemukan siswa pada kategori sedang maupun rendah. Aspek hubungan dengan Tuhan dan praktik spiritual menjadi aspek yang paling menonjol, sedangkan aspek makna dan tujuan hidup serta penerimaan dan keikhlasan relatif paling rendah. Temuan ini menjadi dasar dalam merancang program layanan BK berupa bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, layanan informasi, dan konseling individu yang berfokus pada penguatan aspek spiritual yang masih perlu dikembangkan.