Luh Putu Italia Cahyani
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Promosi Media Sosial dan Harga terhadap Minat Beli Konsumen Warung Pesisi Luh Putu Italia Cahyani; A.A Gede Mahendra Kusuma; I Gusti Ngurah Aan Darmawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12299

Abstract

Transformasi digital dan maraknya penggunaan media sosial kini telah merombak pola perilaku konsumen serta pendekatan pemasaran di industri kuliner. Di Warung Pesisi Air Sanih, ketidakstabilan angka penjualan sepanjang tahun 2022-2025 menjadi indikasi munculnya kendala pada niat beli pelanggan. Oleh karena itu, riset ini dilaksankan guna mengkaji sejauh mana dampak dari promosi media sosial dan harga terhadap minat beli di tempat makan tersebut. Mengacu pada Theory of Planned Behavior (TPB), studi ini mengadopsi metode kuantitatif. Subjek penelitian mencakup pengguna media sosial berusia diatas 18 tahun yang pernah melihat iklan Warung Pesisi Air Sanih, di mana total populasinya bersifat tak terhingga (infinite population). Melalui pendekatan teknik purposive sampling, sebanyak 78 responden ditetapkan sebagai sampel. Proses pengumpulan data dilakukan secara online lewat kuesioner Google Form, untuk kemudia diproses dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan riset ini membuktikan bahwa minat beli konsumen secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh faktor promosi media sosial dan harga. Sebagai tindak lanjut, pihak manajemen disarankan untuk mengemas promosi media sosial secara lebih jelas dan berkualitas, untuk menjaga harga tetap bersaing dan sepadan dengan kepuasan pelanggan. Untuk kajian di masa datang, direkomendasikan agar menyertakan variabel tambahan seperti lokasi uasah, citra merek, dan mutu produk demi menghasilkan model penelitian yang lebih menyeluruh.