Perkembangan teknologi informasi telah mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi melalui media digital. Namun, kemudahan tersebut juga disertai dengan meningkatnya penyebaran informasi yang tidak akurat, sehingga mahasiswa dituntut memiliki kemampuan literasi informasi dan berpikir kritis. Artikel ini bertujuan menjelaskan pentingnya literasi informasi dan berpikir kritis sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi era informasi. Pembahasan meliputi pengertian literasi informasi, konsep berpikir kritis, hubungan antara keduanya, serta manfaatnya dalam mendukung proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Selain itu, artikel ini juga menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam menyaring informasi di era digital serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kedua kemampuan tersebut. Melalui pemahaman literasi informasi dan penerapan berpikir kritis, mahasiswa diharapkan mampu memilih sumber informasi yang kredibel, menghindari penyebaran informasi yang keliru, serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Dengan demikian, literasi informasi dan berpikir kritis menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan informasi. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui kebiasaan membaca sumber ilmiah terpercaya, berdiskusi secara aktif, mengikuti pelatihan literasi digital, serta membiasakan evaluasi terhadap setiap informasi sebelum digunakan. Dosen, perpustakaan, dan institusi pendidikan juga berperan menyediakan akses sumber belajar berkualitas, pendampingan akademik, serta lingkungan pembelajaran yang mendorong analisis objektif. Dengan pembinaan berkelanjutan, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan global, beradaptasi terhadap perubahan teknologi, serta berkontribusi sebagai individu yang bertanggung jawab, inovatif, dan berintegritas dalam kehidupan akademik maupun masyarakat. Mereka juga perlu memahami etika penggunaan informasi, menghargai hak cipta, menghindari plagiarisme, serta membangun budaya belajar sepanjang hayat demi meningkatkan kualitas penelitian, komunikasi, kolaborasi, dan daya saing.