Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work Life Balance dan Employee Well Being terhadap Kinerja Pegawai Sekretariat DPRD Kota Parepare Nur Asnita; Firman Syah; Irwan Irwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Work Life Balance dan Employee Well-Being terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat DPRD Kota Parepare. Penelitian ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan tingginya tuntutan pekerjaan yang dihadapi pegawai, seperti penyelesaian pekerjaan administratif, pemenuhan target kerja sesuai batas waktu, serta pelaksanaan tugas di luar jam kerja yang berpotensi memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja, tingkat kesejahteraan, dan kinerja pegawai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian terdiri atas 61 pegawai, dengan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Work Life Balance tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, Employee Well-Being terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kesejahteraan yang dirasakan pegawai, semakin optimal pula kinerja yang dihasilkan. Selain itu, hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Employee Well-Being bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,517 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 51,7% variasi kinerja pegawai, sedangkan 48,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Temuan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pegawai, yang didukung oleh kebijakan organisasi dalam menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, merupakan strategi yang penting dalam meningkatkan kinerja pegawai.