Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Inflasi, Kemiskinan dan Pengangguran terhadap Tingkat Kriminalitas di Kota Medan Khairunnissa Lutfia; Fauzi Fauzi; Azhar Apriandi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12659

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi kriminalitas di Kota Medan periode 2012–2024 yang diduga berkaitan dengan inflasi, kemiskinan, dan pengangguran. Meskipun beberapa indikator ekonomi menunjukkan perbaikan, angka kriminalitas kembali meningkat pada 2023–2024. Penelitian ini membatasi pembahasan pada pengaruh ketiga variabel makroekonomi tersebut terhadap total kriminalitas berdasarkan data sekunder BPS. Rumusan masalah menekankan pengaruh parsial dan simultan inflasi, kemiskinan, dan pengangguran terhadap kriminalitas. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antarvariabel tersebut, dengan manfaat sebagai bahan pertimbangan kebijakan daerah dalam upaya menekan kriminalitas melalui pendekatan ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pengujian hipotesis melalui Uji Parsial (Uji T) dan Uji Simultan (Uji F) pada tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas dengan nilai signifikansi 0,784 > 0,05. Variabel kemiskinan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas dengan nilai signifikansi sebesar 0,058 > 0,05. Sementara itu, variabel pengangguran berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas dengan signifikansi sebesar 0,039 < 0,05. Secara simultan, hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung 3,472 < Ftabel 3,863 sehingga pada tingkat signifikansi 5% ketiga variabel secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kriminalitas di Kota Medan. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,536 dan R Square sebesar 0,382 menunjukkan bahwa sebesar 32,8% variasi tingkat kriminalitas dapat dijelaskan oleh variabel inflasi, kemiskinan, dan pengangguran, sedangkan sisanya sebesar 61,8% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.