UMKM es puter di Sukodono merupakan usaha mikro di bidang makanan dan minuman tradisional yang telah beroperasi selama dua tahun. Usaha ini menghadapi berbagai tantangan operasional, meliputi produksi yang tidak stabil, kualitas produk yang tidak konsisten, kapasitas produksi terbatas, serta tidak adanya sistem penganggaran dan pencatatan biaya yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem penganggaran dan pengendalian biaya serta menerapkan metode costing yang sesuai pada UMKM es puter tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi langsung, wawancara dengan pemilik usaha, dan dokumentasi data biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi es puter yang bersifat massal dan homogen paling sesuai menggunakan metode Process Costing dengan HPP sebesar Rp 2.865 per cup. Analisis Standard Costing menunjukkan adanya variance bahan baku sebesar 7,69% yang bersifat unfavorable akibat tidak adanya standar takaran yang baku. Penerapan Activity Based Costing menghasilkan alokasi overhead yang lebih akurat, sedangkan Lean Accounting mengidentifikasi delapan jenis pemborosan yang berpotensi menghemat biaya 3,5–4,9% per bulan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan SOP produksi, system penganggaran periodik, dan Process Costing untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha. An es puter microenterprise in Sukodono is a micro-enterprise in the traditional food and beverage sector that has been operating for two years. This business faces various operational challenges, including unstable production, inconsistent product quality, limited production capacity, and the absence of a structured budgeting and cost recording system. This study aims to analyze the budgeting and cost control system and apply appropriate costing methods to the es puter UMKM. The research method uses a descriptive quantitative approach through direct observation, interviews with the business owner, and cost data documentation. The results show that the mass and homogeneous production process of es puter is best suited to the Process Costing method, resulting in a cost of goods manufactured of Rp 2,865 per cup. Standard Costing analysis reveals an unfavorable raw material variance of 7.69% due to the absence of standardized measurement. Activity Based Costing produces more accurate overhead allocation, while Lean Accounting identifies eight types of waste with potential cost savings of 3.5–4.9% per month. This study recommends implementing production SOPs, periodic budgeting systems, and Process Costing to improve business efficiency and profitability.