Perkembangan digital finance telah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui platform seperti e-wallet, mobile banking, paylater, dan pinjaman online. Namun, kemudahan layanan keuangan digital juga meningkatkan risiko akumulasi utang dan tekanan finansial pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital finance terhadap risiko jebakan utang pada individu di Provinsi Gorontalo dengan tinjauan gender sebagai perspektif deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner secara daring kepada 112 responden pengguna layanan digital finance di Provinsi Gorontalo. Metode analisis data menggunakan regresi linear konvensional menggunakan program SPSS 26. Penelitian menunjukkan bahwa digital finance mengurangi risiko jebakan utang dengan cara yang positif dan signifikan. Kemudahan akses layanan kredit digital mendorong perilaku konsumtif serta meningkatkan potensi over-indebtedness, terutama pada kelompok usia muda dengan tingkat pendapatan relatif rendah. Selain itu, responden perempuan menunjukkan intensitas penggunaan layanan digital finance yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, khususnya dalam penggunaan transaksi konsumtif dan pembayaran digital. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa digital finance mampu menjelaskan 11,9% variasi risiko jebakan utang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti literasi keuangan, kontrol diri, gaya hidup, dan perilaku konsumtif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian perilaku keuangan digital dan risiko jebakan utang pada masyarakat pengguna digital finance. Selain itu, hasil penelitian menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab untuk meminimalkan risiko over-indebtedness di era digital.