Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Scientific Approach Pada Kelompok B KB Anak Ceria Desa Sigar Penjalin Ari Sudianti
Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum Vol. 2 No. 1 (2026): Juni, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum
Publisher : Jurnal Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah dan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir logis merupakan salah satu kompetensi kognitif yang berperan penting dalam mendukung perkembangan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kesiapan belajar anak pada jenjang pendidikan selanjutnya. Meskipun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di pendidikan anak usia dini masih didominasi oleh pendekatan yang berpusat pada guru sehingga kesempatan anak untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar secara langsung belum optimal. Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada pengaruh Scientific Approach terhadap kemampuan berpikir kritis atau pembelajaran sains, sedangkan penelitian yang secara khusus mengkaji peningkatan kemampuan berpikir logis melalui desain Penelitian Tindakan Kelas masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5–6 tahun melalui penerapan Scientific Approach. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 18 anak Kelompok B KB Anak Ceria Desa Sigar Penjalin. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Scientific Approach mampu meningkatkan kemampuan berpikir logis anak yang ditunjukkan oleh peningkatan ketuntasan klasikal dari 55,56% pada Siklus I menjadi 83,33% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada kemampuan anak dalam mengelompokkan objek, mengenali pola, menjelaskan hubungan sebab-akibat, membuat prediksi, dan mengomunikasikan hasil pengamatan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Scientific Approach melalui desain Penelitian Tindakan Kelas untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis secara bertahap melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Temuan penelitian memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan pembelajaran konstruktivistik pada pendidikan anak usia dini sekaligus memperkuat bukti bahwa Scientific Approach merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis anak usia dini.