Cindy Deswitasari
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI IMPLEMENTASI METODE KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN PADA BPP KECAMATAN INDRALAYA KABUPATEN OGAN ILIR Cindy Deswitasari; Rahidin H Anang
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v15i1.11489

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian dalam menyampaikan materi penyuluhan kepada anggota kelompok tani padi di Desa Tanjung Sejaro Kabupaten Ogan Ilir serta untuk mengetahui respon anggota kelompok tani terhadap metode komunikasi yang digunakan oleh penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sejaro yang mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor pertanian padi. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Non-Probability Sampling dengan teknik purposive sampling, teknik sensus, dan random sampling menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 54 narasumber. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi partisipasi dan non partisipan, serta dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikasi yang digunakan penyuluh pertanian di Desa Tanjung Sejaro adalah komunikasi langsung (tatap muka) dalam pertemuan kelompok tani. Metode ini dinilai efektif karena memungkinkan adanya interaksi dua arah antara penyuluh dan petani. Dalam pelaksanaannya, penyuluh menyampaikan materi dengan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan kondisi petani, serta memberikan kesempatan kepada petani untuk bertanya, berdiskusi, dan praktik langsung di lapangan. Respon petani tergolong baik, ditandai dengan meningkatnya pengetahuan, keaktifan dalam berdiskusi, serta adanya perubahan perilaku dalam penerapan teknik budidaya yang lebih tepat seperti penggunaan benih berkualitas, pemupukan yang sesuai anjuran, dan pengendalian hama yang lebih terencana. ABSTRACTThis study aims to analyze the communication methods used by agricultural extension workers in delivering extension materials to members of rice farmer groups in Tanjung Sejaro Village, Indralaya District, Ogan Ilir Regency, as well as to determine the responses of farmer group members to those communication methods. This research was conducted in Tanjung Sejaro Village, where the majority of the population works in the rice farming sector. The research method used is descriptive phenomenology with a qualitative approach. The sampling method applied is a combination of Non-Probability Sampling with purposive sampling technique, census technique, and random sampling using the Slovin formula, resulting in a total of 54 informants. Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory and non-participatory observation, and documentation. Data processing involved data condensation, data presentation, and drawing conclusions, followed by qualitative descriptive analysis. The results show that the communication method used by agricultural extension workers in Tanjung Sejaro Village was direct (face-to-face) communication through farmer group meetings. This method was considered effective because it allows two-way interaction between extension workers and farmers. In its implementation, extension workers delivered materials using simple language adapted to the farmers' conditions, while also providing opportunities for farmers to ask questions, discuss, and practice directly in the field. Farmer responses were generally positive, marked by increased knowledge, active participation in discussions, and behavioral changes in the adoption of more appropriate cultivation techniques, such as the use of quality seeds, appropriate fertilization, and improved pest control.