ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the marketing channels for bokar at the collector trader level and to analyze the technical and economic efficiency of bokar marketing at the collector trader level in Mesuji Makmur District, Ogan Komering Ilir Regency. The sampling method used was saturated sampling. The data collection methods used were observation, interviews, and documentation. The data processing methods used were editing, coding, and tabulating, while the data analysis method used was descriptive with a quantitative approach. The results of the study showed that in the bokar marketing channel at the collecting trader level in Mesuji Makmur District, Ogan Komering Ilir Regency, there are two marketing channels or are heterogeneous (different market divisions) where collecting traders sell the results of bokar purchases to factories in Jambi City and Palembang City. In terms of technical efficiency, channel I is more efficient than channel II, in channel I is Rp. 1.5 / Kg / KM while in channel II is Rp. 2.5 / Kg / KM. In terms of economic efficiency, channel II is more efficient than channel I, in channel II is Rp. 5.6 / Kg while in channel I is Rp. 3.8 / Kg. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran bokar pada Tingkat pedagang pengumpul dan untuk menganalisis efisiensi teknis dan ekonomi pada pemasaran bokar pada tingkat pedagang pengumpul di Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode penarikan contoh sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating sedangkan metode analisis data yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan Pada saluran pemasaran bokar tingkat pedagang pengumpul di Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir ada dua saluran pemasaran atau bersifat heterogen (pembagian pasar yang berbeda-beda) dimana pedagang pengumpul menjual hasil pembelian bokar ke pabrik yang ada di Kota Jambi dan ke Kota Palembang. Pada efisiensi teknis saluran I lebih efisien dibandingkan saluran II, pada saluran I adalah Rp. 1,5/Kg/KM sedangkan pada saluran II adalah Rp. 2,5/Kg/KM. Pada efisiensi ekonomi saluran II lebih efisien dibandingkan saluran I, pada saluran II adalah Rp. 5,6/Kg sedangkan pada saluran I adalah Rp. 3,8/Kg.