Leni Sipra Helen Rahakbauw
Institut Cinta Tanah Air

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resolusi Konflik Pertanahan antara Hak Ulayat Masyarakat Adat Kampung Doyo Lama terhadap Kawasan Hutan Produksi Konversi di Kabupaten Jayapura Leni Sipra Helen Rahakbauw
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 7 No 3 (2026): Tema Hukum Adat dan Kebiasaan
Publisher : Himpunan Ilmu Hukum dan Ilmu Hukum Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v7i3.3759

Abstract

This study discusses land conflicts between the customary rights of the indigenous people of Kampung Doyo Lama and the Conversion Production Forest (HPK) area in Jayapura Regency. Conflicts occur due to the disharmonization of agrarian law and forestry law regulations that cause overlapping claims between the state and indigenous peoples. This research uses a normative juridical approach with a legislative and conceptual approach. The results of the study show that normative recognition of customary rights has not been followed by effective legal protection in practice. Conflict resolution requires an approach to legal pluralism and restorative justice through the recognition of customary law, multi-stakeholder mediation, indigenous peoples' participation and harmonization of land and forestry policies to realize substantive justice for indigenous Papuans.
Penyuluhah Kesadaran Hukum Terkait Upaya Pencegahan Kejahatan Minuman Keras Muslim Lobubun; Rosa Mual; Leni Sipra Helen Rahakbauw
Legal Empowerment: Jurnal Pengabdian Hukum Vol 1 No 1 (2023): Legal Empowerment: Jurnal Pengabdian Hukum
Publisher : UPPM STIH Biak-Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46924/legalempowerment.v1i1.166

Abstract

Penelitian ini mengulas tentang konsumsi minuman keras tradisional “bobo” yang masih populer di masyarakat Nabire, Papua, terutama pada acara adat dan penyambutan tamu. Meskipun termasuk dalam warisan budaya tak benda, penyuluhan hukum diperlukan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman tentang warisan tak benda yang dilindungi oleh Perpres No 78/2007, termasuk bobo agar masyarakat dapat melestarikan budaya dengan bijak dan mencegah kejahatan di masyarakat. Metode pengabdian yang digunakan adalah ceramah dengan narasumber dan audien diberikan kesempatan untuk bertanya. Kegiatan penyuluhan hukum ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, memungkinkan Tridharma di lingkungan STIH Biak Papua berjalan sesuai dengan permasalahan yang terdapat di masyarakat. Diharapkan dengan cara ini, warisan budaya bobo dapat terjaga dan dilestarikan, dan masyarakat dapat taat hukum untuk menciptakan lingkungan yang damai dan mencegah tindak kriminalitas yang terjadi secara berlebih.