abdul basit
Universitas Islam Negeri Prof.K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Retorika Aristotelian Sebagai Kerangka Kompetensi Da'i dalam Mengatasi Distorsi Kebenaran Era Post-Truth charis zain fathoni; abdul basit; ismail ismail
Tadbir: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Vol 8, No 1 (2026): TADBIR: JURNAL MANAJEMEN DAKWAH FDIK IAIN PADANGSIDIMPUAN
Publisher : FDIK IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/tadbir.v8i1.20691

Abstract

Fenomena era post-truth telah mengubah secara mendasar dinamika dakwah Islam dalam masyarakat digital. Dalam konteks ini, kebenaran objektif kehilangan otoritasnya seiring dominannya narasi emosional dan opini subjektif dalam ruang publik. Artikel ini membahas kompetensi da’i dalam merespons tantangan epistemologis, etis, dan komunikatif yang ditimbulkan oleh fenomena tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis literatur yang relevan tentang kompetensi Dai, komunikasi persuasif, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah di era post-truth menuntut model kompetensi integratif yang meliputi tiga dimensi yaitu epistemik-rasional (logos), emosional-humanis (pathos), dan etis-digital (ethos). Ketiga kompetensi ini memungkinkan da’i tidak hanya menyampaikan ajaran Islam secara rasional dan empatik, tetapi juga menjaga integritas moral pesan dakwah di tengah ruang digital yang algoritmis dan penuh disinformasi. Figur seperti KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha’) dengan kekuatan logos, Ustadz Abdul Somad (UAS) dengan daya pathos, serta Habib Ja’far Al Hadar dengan ethos digitalnya, menjadi representasi konkret dari model kompetensi da’i ideal di era post-truth. Kajian ini berkontribusi terhadap pengembangan konseptual kompetensi da’i dengan menekankan pentingnya integrasi antara kebijaksanaan moral, empati emosional, dan kecakapan literasi digital sebagai fondasi etika komunikasi Islam masa kini. Kata Kunci: Retorika Aristoteles, Kompetensi Da'i, Era Pasca-Kebenaran & Komunikasi Persuasif