Achmad Alwi Hasibuan
Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pasir Pengaraian

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran bagi Remaja Desa Lubuk Soting Budi Yanto; Hendri; Khairul Sabri; Rayhan Dika; Achmad Alwi Hasibuan; Aldi Antoni; Ali Amran Nasution; Ahmad Muhajirin; Anggi Mahendra; Risma Fakhruroziah
JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA Vol 7 No 01 (2026): JURNAL MASYARAKAT NEGERI ROKANIA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Rokania

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56313/jmnr.v7i01.543

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemanfaatan AI generatif secara bertanggung jawab di kalangan remaja Desa Lubuk Soting, Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026 melalui pendekatan pelatihan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pengenalan konsep, demonstrasi, praktik terbimbing, diskusi, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 15 peserta, sedangkan 11 peserta mengisi kuesioner kepuasan. Materi pelatihan mencakup konsep dasar AI, akses dan penggunaan ChatGPT, penyusunan prompt, verifikasi jawaban, kesadaran terhadap privasi data, serta etika penggunaan AI. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa delapan responden atau 72,7% menyatakan puas, dua responden atau 18,2% menyatakan cukup puas, dan satu responden atau 9,1% menyatakan tidak puas. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 2,64 pada skala tiga, dengan indeks kepuasan sebesar 87,9%. Hasil observasi selama sesi praktik menunjukkan bahwa peserta mampu menyusun prompt sederhana serta memahami pentingnya memeriksa kembali informasi yang dihasilkan oleh AI. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang kontekstual dan berbasis praktik dapat diterapkan untuk memperkenalkan literasi AI di lingkungan perdesaan. Namun, data kepuasan belum dapat dijadikan sebagai bukti peningkatan kemampuan peserta. Oleh karena itu, kegiatan selanjutnya perlu menggunakan pengukuran pretest–posttest dan penilaian berbasis kinerja.