Isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor pertambangan sangat erat kaitannya dengan risiko Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs), khususnya pada aktivitas pemeliharaan undercarriage alat berat yang menuntut postur janggal, ruang gerak sempit, dan penggunaan gaya tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat risiko postur kerja mekanik heavy equipment di Area Undercarriage Maintenance PT Kalimantan Prima Persada menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA), mengidentifikasi faktor risiko ergonomi utama, serta menyusun rancangan intervensi ergonomi berbasis data antropometri yang berpotensi menurunkan risiko WMSDs. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus dan action research. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk memetakan keluhan muskuloskeletal, observasi dan pengukuran sudut postur kerja terburuk (worst-case posture), serta pengukuran antropometri pada tiga mekanik dengan tingkat keluhan tertinggi. Hasil analisis RULA kondisi awal menunjukkan bahwa tiga aktivitas utama, yaitu replace transmission filter, final drive oil change, dan replace compressor belt berada pada skor akhir 5–7 dengan Action Level 3–4, yang mengindikasikan tingkat risiko tinggi hingga sangat tinggi dan memerlukan perbaikan segera. Faktor dominan yang meningkatkan skor adalah fleksi dan twist punggung, posisi leher ekstrem, pijakan kaki yang tidak stabil di atas lumpur atau track unit, serta beban statis pada lengan atas saat menjangkau dan menahan alat. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rancangan intervensi berupa mobile ergonomic platform, modular track step & standing pad, all-terrain dan static ergonomic creeper, side access mini platform, serta handhold/fixing point tambahan yang dikustomisasi menggunakan data antropometri mekanik. Simulasi postur kerja secara teoretis menunjukkan potensi penurunan RULA Score menuju Action Level 1–2, sehingga intervensi yang diusulkan dinilai berpotensi efektif dalam menurunkan risiko WMSDs apabila diimplementasikan dan dievaluasi lebih lanjut di lapangan.