Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG: LITERATUR REVIEW Palar, Yesaya Hawdaya; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1320

Abstract

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung memiliki peran penting dalam mengurangi risiko kerugian jiwa maupun kerusakan aset akibat kebakara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan evaluasi sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah nasional yang membahas sistem proteksi kebakaran pada berbagai jenis bangunan, seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, fasilitas pendidikan, industri, dan bangunan komersial lainnya. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses identifikasi, pengelompokkan, serta sintesis hasil penelitian berdasarkan tingkat kesesuaian sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif, standar yang digunakan, serta faktor yang mempengaruhi keandalan sistem. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif umumnya memiliki tingkat kesesuaian yang lebih baik dibandingkan sistem proteksi pasif. Komponen seperti hydrant, alarm kebakaran, sprinkler, dan alat pemadam api ringan (APAR) pada umumnya telah tersedia dan berfungsi dengan baik, sedangkan sistem proteksi pasif seperti jalur evakuasi, tangga darurat, dan sarana penyelamatan masih banyak ditemukan belum memenuhi standar. Selain itu, inspeksi dan pemeliharaan rutin terbukti berpengaruh terhadap keandalan sistem proteksi kebakaran. Sebagian besar penelitian menggunakan Peraturan Menteru PUPR No. 26/PRT/M/2008, SNI, dan NFPA sebagai acuan evaluasi sistem proteksi kebakaran. Secara umum, implementasi sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung masih memerlukan peningkatan, khususnya pada aspek proteksi pasif, integrasi sistem, dan pengelolaan pemeliharaan secara berkelanjutan.