Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI KECELAKAAN KERJA MENGGUNAKAN METODE FISHBONE DAN 5W ANALYSIS PADA BENGKEL BUBUT BALIKPAPAN Hutagalung, Bryan Matthew Christian
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1355

Abstract

Penggunaan mesin berputar berkecepatan tinggi dan material tajam membuat pekerjaan di tempat bengkel bubut berisiko kecelakaan tinggi. Data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa kecelakaan kerja di sektor bengkel bubut tetap menjadi masalah serius, dengan lebih dari 2,3 juta kematian akibat kecelakaan kerja di seluruh negara setiap tahunnya (ILO, 2016). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jenis kecelakaan kerja yang terjadi di bengkel bubut di daerah Balikpapan, menganalisis faktor penyebab kecelakaan dengan menggunakan metode Fishbone analysis dan 5 Why, kemudian membuat saran pengendalian yang efektif. Metode deskriptif campuran (Mixed Method Descriptive) digunakan untuk melakukan penelitian literatur secara sistematis terhadap 15 artikel jurnal ilmiah terakreditasi yang diterbitkan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan membubut menduduki peringkat pertama dalam jumlah kecelakaan dengan 18,5%, diikuti oleh pekerjaan memotong dengan 14,3%. Jenis risiko yang telah diidentifikasi termasuk terjatuh, terjepit, terluka/teriris, dan patah tulang, yang memiliki rating risiko awal antara 9 dan 15 dan termasuk dalam kategori moderat hingga tinggi. Dengan menggunakan analisis Fishbone, dapat teridentifikasi faktor seperti Man (Manusia) dan Management (Manajemen) sebagai penyebab utama, sedangkan analisis 5 Why memberikan data penyebab utama yang meliputi fasilitas yang kurang memadai dalam aspek K3 dan implementasi sistem manajemen K3 yang buruk. Secara teoritis, rekomendasi pengendalian yang didasari oleh hierarki pengendalian risiko (Hierarchy of Control) mempunyai kemampuan untuk menurunkan seluruh tingkat risiko menjadi kategori yang dapat diterima (Acceptable level), yaitu Risk Rating 4–6.