Lingkungan kerja fisik merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi keselamatan dan kinerja pekerja di tempat kerja. Kebisingan dan pencahayaan menjadi faktor lingkungan kerja fisik yang sering dijumpai pada lingkungan industri dan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keselamatan kerja apabila tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan kerja fisik berupa kebisingan dan pencahayaan terhadap kinerja keselamatan kerja berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai jurnal dan penelitian ilmiah yang relevan mengenai kebisingan, pencahayaan, dan keselamatan kerja. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara membandingkan, mengevaluasi, dan mensintesis hasil penelitian untuk memperoleh kesimpulan yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) dapat menyebabkan gangguan konsentrasi, stres kerja, kelelahan, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Selain itu, pencahayaan yang tidak sesuai standar juga dapat menimbulkan kelelahan mata, ketidaknyamanan visual, dan menurunkan ketelitian pekerja saat bekerja. Kondisi lingkungan kerja fisik yang kurang optimal diketahui berpengaruh terhadap menurunnya kinerja keselamatan pekerja. Sebaliknya, lingkungan kerja yang aman dan nyaman dapat meningkatkan konsentrasi, produktivitas, dan perilaku keselamatan kerja pekerja. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan faktor lingkungan kerja fisik, khususnya kebisingan dan pencahayaan, sangat penting dalam mendukung keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian melalui pengawasan lingkungan kerja, pengendalian teknis, penggunaan alat pelindung diri, serta evaluasi secara berkala untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.