Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENGENDALIAN KEBISINGAN TERHADAP RISIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA DI LINGKUNGAN INDUSTRI: LITERATUR REVIEW Hikmah, Nur Faisatul
IDENTIFIKASI Vol 12 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i2.1372

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik utama di lingkungan industri yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius, baik secara auditori maupun non-auditori. Secara auditori, paparan bising yang melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB dalam jangka panjang dapat memicu Noise Induced Hearing Loss (NIHL) atau penurunan fungsi pendengaran permanen. Selain itu, kebisingan juga berdampak pada kondisi psikologis dan fisiologis pekerja, seperti timbulnya stres kerja, kelelahan fisik yang cepat, serta penurunan konsentrasi yang berisiko pada kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan di berbagai sektor industri serta mengevaluasi strategi pengendalian yang telah diterapkan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai hasil penelitian terkait paparan bising dan dampaknya terhadap pekerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa mayoritas lingkungan industri, mulai dari sektor manufaktur hingga pembangkit listrik, memiliki intensitas kebisingan di atas NAB. Ditemukan bahwa strategi pengendalian di lapangan saat ini masih didominasi oleh penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengaturan administratif, sementara pengendalian teknis pada sumber suara belum dilakukan secara optimal. Hambatan utama efektivitas pengendalian adalah rendahnya kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD dan keterbatasan biaya untuk modifikasi mesin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan pengendalian yang lebih komprehensif dengan memprioritaskan rekayasa teknis dan pemantauan kesehatan berkala melalui uji audiometri untuk melindungi tenaga kerja secara berkelanjutan.