Agam Akhmad Syaukani
Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Supervised progressive resistance training in adolescent girls with primary dysmenorrhea Sufiyan Adam Abdulahi; Dessalegn Wase Mola; Ricardo Ricci Uvinha; Alemmebrat Kiflu Adane; Abdi Gudeta Taye; Tariku Temeche Mare; Md. Hamidur Rahman; Nugroho Susanto; Agam Akhmad Syaukani
Journal of Coaching and Sports Science Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Coaching and Sports Science
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jcss.v5i3.1345

Abstract

Background: Primary dysmenorrhea is a gynaecological condition  amongadolescents and is accompanied by depression and anxiety. Although physical activity is recommended as a non-pharmacological strategy, evidence regarding changes following supervised progressive resistance training among adolescents remains limited. Aims: This study aimed to examine changes in depression and anxiety symptoms following an 8-week supervised progressive resistance training program among adolescent girls with moderate-to-severe primary dysmenorrhea in Haramaya Town, Ethiopia. Methods: A one-group pre-test–post-test quasi-experimental design was conducted with 41 adolescent girls aged 15–20 years from public high schools. Participants completed a supervised resistance training program three times weekly for eight consecutive weeks. Depression and anxiety symptoms were assessed using the Beck Depression Inventory-II (BDI-II) and Beck Anxiety Inventory (BAI) during days 1–3 of the menstrual cycle at baseline and during the first post-intervention menstrual cycle. Data were analyzed using Shapiro–Wilk tests, paired-samples t-tests, and Cohen’s dZ for within-participant effect sizes. Result: Significant pre-to-post reductions were observed in both outcomes. Mean BDI-II scores decreased from 32.54 ± 6.86 to 10.44 ± 7.25, t(40) = 16.38, p < .001, dz = 2.56. Mean BAI scores decreased from 33.22 ± 7.16 to 11.66 ± 7.75, t(40) = 19.75, p < .001, dz = 3.08. Descriptively, most participants shifted from moderate-to-severe depression and anxiety categories at baseline to minimal symptom categories after the program. Conclusion: Participation in the 8-week supervised progressive resistance training program was associated with reductions in depression and anxiety symptoms. However, because the study did not include a control group, the findings should not be interpreted as evidence of causality. Supervised progressive resistance training may represent a promising complementary non-pharmacological approach for supporting psychological well-being among adolescents with primary dysmenorrhea.
Hubungan Indeks Massa TUBUH (IMT) Terhadap Kecepatan Renang 50 Meter Gaya Dada Pada Klasifikasi Usia Remaja Di Klub Renang Solo Raya Huda Nur Rochmad; Pungki Indarto; Agam Akhmad Syaukani
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol. 14 No. 3 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN (IN-PRESS)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i3.6357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kecepatan renang 50 meter gaya dada pada atlet renang usia remaja di klub renang wilayah Solo Raya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet renang usia remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data IMT diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan, sedangkan data kecepatan renang diperoleh melalui tes renang gaya dada 50 meter. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Analisis korelasi menghasilkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,434 dengan nilai signifikansi 0,016 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan kecepatan renang 50 meter gaya dada pada atlet renang usia remaja. Arah hubungan yang negatif mengindikasikan bahwa semakin tinggi nilai IMT atlet, maka kecepatan renang cenderung menurun, sedangkan semakin rendah nilai IMT yang masih berada dalam rentang proporsional, maka kecepatan renang cenderung meningkat. Dengan demikian, Indeks Massa Tubuh merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan performa renang gaya dada 50 meter, meskipun bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kecepatan renang. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pelatih dan atlet dalam melakukan pemantauan kondisi fisik sebagai bagian dari upaya meningkatkan performa renang.