Rara Anis Sabila
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Butir Soal Sejarah Kebudayaan Islam Kelas VIII di SMP Islam Al Musthofa Berdasarkan Level Kognitif Taksonomi Bloom Revisi Millati Qanitatin; Jihan Nayla Atikah; Rara Anis Sabila
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 6 (2026): Advances In Education Journal (Juni)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pendidikan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Kualitas instrumen evaluasi sangat dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat kognitif soal dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan distribusi level kognitif pada instrumen soal pilihan ganda Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) materi Sejarah Bani Umayyah kelas VIII di SMP Islam Al Musthofa berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa 20 butir soal yang telah disusun dan diujikan secara terbatas kepada 20 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen dan hasil pengerjaan soal peserta didik. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan setiap butir soal ke dalam level kognitif C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi instrumen evaluasi masih didominasi oleh kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) pada aspek mengingat dan memahami, sedangkan aspek berpikir tingkat tinggi (HOTS) belum terpenuhi. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen evaluasi yang dikembangkan telah mencakup variasi level kognitif, namun masih memerlukan penguatan pada aspek HOTS agar mampu mendorong kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik. Berdasarkan uji coba empiris, peserta didik mampu menyelesaikan soal kategori ingatan dengan sangat baik, namun mengalami penurunan drastis pada aspek pemahaman konseptual.  Ranah aplikasi (C3), ditemukan adanya bias konstruksi dimana seluruh siswa 100% mampu menjawab dengan benar akibat opsi pengecoh (distraktor) yang kurang homogen dan terlalu mudah ditebak, sehingga jawaban dapat diidentifikasi hanya menggunakan logika umum, tanpa menuntut penalaran yang mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi calon pendidik dalam meningkatkan kompetensi profesionalitas penyusunan variasi tingkat kognitif soal serta merancang distraktor yang lebih kompetitif sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.