Nabila Aurellya Puteri Firous
Institut Teknologi Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LIMBAH MINYAK JELANTAH RUMAH TANGGA SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP LINGKUNGAN DAN POTENSINYA UNTUK DIMANFAATKAN KEMBALI Nabila Aurellya Puteri Firous; Ramlan Ramlan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.55361

Abstract

Limbah minyak jelantah rumah tangga menjadi permasalahan lingkungan yang signifikan di Indonesia, khususnya di Kota Bandung yang menghasilkan 239.551 liter limbah minyak jelantah per minggu. Penelitian ini penting dilakukan mengingat 64% masyarakat masih membuang minyak jelantah langsung ke saluran pembuangan, yang berdampak pada peningkatan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD) pada perairan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep green branding dan desain berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur mengenai dampak lingkungan dan green branding, observasi kebiasaan masyarakat, serta survei kuesioner terhadap kesadaran dan minat masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun seluruh responden menyadari bahaya kesehatan dari penggunaan minyak jelantah berulang, namun hanya 66,7% responden mengetahui dampak lingkungannya. Kendala utama pengelolaan adalah minimnya pengetahuan dan fasilitas pengumpulan. Temuan positif menunjukkan 83,3% responden tertarik menggunakan produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah, mengindikasikan potensi green purchase intention yang tinggi. Studi ini membuktikan bahwa 300ml minyak jelantah dapat menghasilkan 8 gelas lilin aromaterapi 70ml, menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan melalui pendekatan eco-innovation.