Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI APLIKASI KEMPA HIDROLIK BERPEMANAS DALAM SINTESIS BIOKOMPOSIT TERMOPLASTIK HUSEIN SASTRANEGARA Lies Banowati; Endang Susilawati; Albert Kurniawan P.; Saddam Ortega
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.59669

Abstract

Kelurahan Husein Sastranegara di Kota Bandung menghadapi tantangan ekologis yang signifikan berupa tingginya akumulasi sampah plastik domestik akibat padatnya aktivitas pemukiman dan komersial di kawasan tersebut. Pola penanganan limbah konvensional yang bersifat linear (kumpul-angkut-buang) dinilai tidak lagi relevan karena memicu beban TPA yang berlebih dan minim nilai tambah ekonomi bagi warga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) lintas disiplin ini hadir untuk mengintroduksi inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa mesin hot compression molding (kempa hidrolik berpemanas) guna mentransformasi limbah plastik menjadi material baru berupa biokomposit termoplastik. Kegiatan yang diinisiasi sejak 14 Oktober 2025 ini mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan kelompok masyarakat secara aktif dari tahapan hulu hingga hilir. Proses pengolahan material secara rinci meliputi empat tahapan utama: pemilahan jenis polimer (fokus pada Polypropylene dan High-Density Polyethylene), pencucian dari zat kontaminan, pencacahan (shredding) menjadi serpihan (flakes) berukuran 3-5 mm, serta proses pelelehan pada suhu konstan 180°C hingga 210°C yang dilanjutkan dengan pencetakan menggunakan kempa hidrolik. Hasil dari pelaksanaan program ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas teknis warga dalam menguasai parameter manufaktur termoplastik skala domestik. Selain berhasil mereduksi volume sampah plastik di tingkat lokal secara signifikan, program ini sukses mendiversifikasi material biokomposit menjadi produk eko-kriya fungsional yang bernilai estetika tinggi. Melalui pendampingan aspek manajemen, program ini juga melahirkan rumusan kalkulasi Harga Pokok Produksi (HPP) yang presisi serta model bisnis berbasis komunitas. Integrasi teknologi material dan manajemen ekonomi ini terbukti efektif dalam memicu lahirnya ekosistem circular economy yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat kelurahan.