Asti Salmah Hamidah
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI POTENSI LOKAL MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA DOPLANG BEACH DI KABUPATEN BOYOLALI: PENDEKATAN PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR) Asti Salmah Hamidah; Ahmad Kharis
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.60120

Abstract

Pengembangan desa wisata menjadi salah satu strategi dalam mengoptimalkan potensi lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Salah satu bentuk pengembangan tersebut terlihat pada Doplang Beach di Kabupaten Boyolali yang mengalami transformasi dari lahan pertanian menjadi destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi potensi lokal, bentuk partisipasi masyarakat, serta tantangan pengembangan Desa Wisata Doplang Beach.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Participatory Action Research (PAR). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16–17 Juni 2026 di Desa Doplang, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Informan penelitian berjumlah lima orang yang terdiri atas Kepala Desa, pengelola BUMDes, Ketua RT 09, penjual, dan pengunjung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Doplang Beach menjadi bentuk transformasi potensi lokal melalui perubahan fungsi lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber ekonomi alternatif berbasis wisata. Partisipasi masyarakat berkembang secara bertahap melalui aktivitas ekonomi dan keterlibatan operasional wisata. Namun, pengembangan wisata masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan fasilitas air, kondisi lingkungan, serta perlunya penguatan pengelolaan dan kolaborasi antarpihak untuk mendukung keberlanjutan destinasi.