Grade VIII students of SMP N 4 Padangsidimpuan, who are increasingly exposed to various cultural influences through digital media, tend to adopt and modify slang language as a means of expressing their personalities and lifestyles. While the use of slang facilitates communication and strengthens social relationships among students, it also raises concerns regarding its impact on local cultural identity and the preservation of regional languages. This study aims to analyze the use of slang language among Grade VIII students of SMP N 4 Padangsidimpuan and examine its positive and negative impacts on students’ social interactions and language development. This research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation involving Grade VIII students and teachers of SMP N 4 Padangsidimpuan. The findings reveal that the use of slang language helps students become more confident, enhances communication skills, supports social adaptation, and serves as a medium for self-expression. However, excessive use of slang may lead to a decline in formal language proficiency, misunderstandings, the erosion of standard Indonesian language usage, negative stereotypes, reduced interest in learning, and miscommunication. Therefore, although slang plays an important role in students’ daily interactions, schools need to encourage the consistent use of formal Indonesian in academic settings to maintain students’ linguistic competence and support the preservation of cultural and language identity. Keywords: Analysis, Slang, SMP N 4 Padangsidimpuan. Abstrak Siswa Kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan, yang terpapar berbagai pengaruh budaya melalui media digital, cenderung mengadopsi dan memodifikasi bahasa untuk mencerminkan kepribadian dan gaya hidup. Namun, penggunaan bahasa gaul juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap identitas budaya lokal. Padangsidimpuan, yang kaya akan keragaman etnis dan budaya, memiliki warisan bahasa dan tradisi yang unik. Ketika siswa lebih sering menggunakan bahasa gaul, ada potensi pengabaian terhadap bahasa daerah dan tradisi budaya lokal. Ini bisa mengakibatkan pergeseran nilai-nilai budaya dan identitas etnis yang menjadi ciri khas masyarakat Padangsidimpuan. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai siswa kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan dan guru SMP N 4 Padangsidimpuan berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan bahasa gaul pada siswa kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan membuat siswa lebih akrab, percaya diri dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa gaul berperan penting dalam interaksi sosial siswa, tetapi perlu adanya pengendalian dan pembiasaan penggunaan bahasa formal di lingkungan sekolah agar tidak mengurangi kualitas keterampilan berbahasa Indonesia siswa secara akademik. Dampak penggunaan bahasa gaul di kalangan siswa kelas VIII SMP N 4 Padangsidimpuan mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya yaitu: 1) meningkatkan kemampuan komunikasi; 2) adaptasi sosial; dan 3) ekspresi diri. Sedangkan dampak negatifnya yaitu: 1) penurunan kemampuan berbahasa formal; 2) kesalahpahaman; 3) erosi bahasa Indonesia; 4) stereotip negative; 5) penurunan minat belajar; dan 6) miskomunikasi. Kata Kunci: Analisis, Bahasa Gaul, SMP N 4 Padangsidimpuan.