Dhea Anggraeni Simanjuntak
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Indoensia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Bahaya Narkotika Dan Obat-Obatan Terlarang Di Desa Tambun, Kabupaten Bekasi Syalwina Fajira Salsabila; Dhea Anggraeni Simanjuntak; Galuh Azzah Luthfianti; Dhion Putra Simbolon; Ryzky Imelina Saragih; Muhammad Rafif Adhyasta; Sheva Hilmi Rahmandani
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/vhfrpq30

Abstract

Penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) merupakan masalah besar yang terus memburuk, terutama di tempat-tempat seperti Desa Tambun di Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. Daerah ini berisiko karena banyak orang berpindah-pindah, dan keluarga tidak selalu mengawasi kehidupan sosial remaja dengan baik. Kelompok 39 Bhara Aksi melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari program kerja nyata Universitas Bhayangkara Jakarta Raya 2026. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat mempelajari bahaya NAPZA dan cara menghindarinya. Mereka melakukan ini melalui ceramah dan kegiatan yang melibatkan narasumber dari GRANAT, sebuah kelompok anti-narkoba nasional. Mereka menggunakan metode yang menyenangkan dan interaktif seperti video dan brosur untuk mengajar. Empat belas remaja dan orang tua bergabung dalam acara tersebut. Setelahnya, semua peserta lebih memahami berbagai jenis narkoba, apa yang terjadi jika menggunakannya, dan bagaimana keluarga dapat membantu mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu menciptakan komunitas yang aman dan bebas narkoba dalam jangka panjang. Kata kunci: NAPZA; Edukasi Narkotika; KKN; Penyuluhan; Desa Tambun Abstract Drug, psychotropic, and addictive substance (NAPZA) abuse is a serious and growing problem, particularly in suburban areas such as Tambun Village, South Tambun District, Bekasi Regency. This area is vulnerable to drug circulation due to high population mobility and weak family supervision over adolescent social activities. This community service activity was carried out by Group 39 Bhara Aksi as part of the Community Work Program (KKN) at Bhayangkara University of Greater Jakarta in 2026, with the aim of increasing public knowledge and awareness of the dangers of NAPZA through participatory outreach involving resource persons from GRANAT (National Anti-Narcotics Movement). The method used was outreach based on communication, information, and education (KIE) with an interactive approach, supported by visual media and informative leaflets. The activity targeted 14 participants consisting of adolescents and parents in Tambun Village. The results showed an increase in participants' understanding of the types of narcotics, the impact of their misuse, and family-based prevention strategies. This activity is expected to be a starting point for the formation of a conducive and sustainable drug-free social environment. Keywords: NAPZA; Drug Education; KKN; Counseling; Tambun Village