Adolescents in orphanages often feel they lack appropriate guidance, leading to feelings of sadness and low self-confidence. This study aimed to determine whether a positive psychology intervention program focused on gratitude (gratitude training) could help improve the psychological well-being of adolescents at the PYI Orphanage. The intervention was conducted over four sessions, each lasting 60 minutes. Methods employed included psychoeducation, group discussions, and educational activities such as the Gratitude Box, Gratitude Tree, and Gratitude Letters. The study subjects consisted of nine adolescents aged 10 to 14. Assessment involved pre-test and post-test measurements using the Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6). Evaluation results showed an increase in the total gratitude score from 299 at the initial test to 318 at the final test a rise of 19 points. Additionally, observations revealed positive behavioral changes, including increased confidence in expressing opinions, the ability to independently recognize positive aspects of daily life, and more open social interactions. The program's main challenges were the age differences among participants which affected their comprehension of the material and time constraints. The study demonstrates that gratitude training successfully enhanced the happiness of adolescents living in the orphanage. Keywords: Gratitude Training; Psychological Well-being; Adolescents; Orphanage; Positive Psychology. Abstrak Remaja di panti asuhan sering merasa kurang didampingi dengan cara yang tepat, sehingga membuat mereka merasa sedih dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah program intervensi psikologi positif yang berfokus pada kebersyukuran (pelatihan rasa syukur) bisa membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja di Panti Asuhan PYI. Intervensi dilakukan dalam empat sesi, masing-masing berlangsung selama 60 menit.Metode yang digunakan meliputi psikoedukasi, diskusi kelompok, serta permainan edukatif seperti Kotak Syukur, Pohon Syukur, dan Surat Terima Kasih.Subjek penelitian terdiri dari 9 remaja dengan usia antara 10 hingga 14 tahun. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode pre-test dan post-test serta alat ukur berupa Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan total skor kebersyukuran dari 299 pada awal tes menjadi 318 pada akhir tes, kenaikan sebesar 19 poin.Selain itu, hasil observasi menunjukkan perubahan perilaku positif, yaitu meningkatnya keberanian dalam menyampaikan pendapat, kemampuan mengenali hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri, serta hubungan sosial yang lebih terbuka. Kendala utama dari program tersebut adalah perbedaan usia peserta yang memengaruhi pemahaman terhadap materi dan juga keterbatasan waktu yang tersedia. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan rasa syukur berhasil meningkatkan kebahagiaan remaja yang tinggal di panti asuhan. Kata kunci: Gratitude Training; Kesejahteraan Psikologis; Remaja; Panti Asuhan; Psikologi Positif.