Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab utama kematian secara global, mencakup berbagai kondisi termasuk Sindrom Koroner Akut (SKA). SKA sering kali menyebabkan nyeri dada yang intensif, terutama sebelum pasien menjalani tindakan kateterisasi jantung. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat untuk mengurangi tingkat nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien. Terapi non-medis seperti thermotherapy dapat membantu menurunkan intensitas nyeri dalam waktu dekat pada pasien dengan nyeri dada, termasuk mereka yang menderita sindrom koroner akut (SKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh thermotherapy dalam menurunkan nyeri dada pada pasien pre-kateterisasi jantung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sebanyak 15 pasien di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe pada Juli 2024 dipilih sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Tingkat nyeri diukur dengan skala deskriptif, mencakup kategori nyeri ringan hingga berat, sebelum dan sesudah intervensi thermotherapy. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon rank test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat nyeri yang signifikan, dengan median skala nyeri sebelum intervensi sebesar 7 (6-8) dan sesudah intervensi sebesar 6 (5-8), serta nilai p-value sebesar 0,001 (<0,05). Temuan ini membuktikan bahwa thermotherapy secara signifikan efektif dalam mengurangi nyeri dada pada pasien pre-kateterisasi jantung. Kesimpulannya, thermotherapy dapat menjadi alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam manajemen nyeri, terutama pada pasien dengan risiko tinggi efek samping obat analgesik.