Pelaksanaan program penerapan budaya kerja 5K belum optimal, ditunjukkan oleh masih adanya lulusan yang gagal pada tahap wawancara kerja karena kurang memahami budaya kerja 5K serta rendahnya tingkat penerapan budaya tersebut pada siswa kelas binaan industri di SMK Negeri 1 Sumedang, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan budaya kerja 5K pada kelas binaan industri di SMK Negeri 1 Sumedang. Evaluasi ini meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan dan hasil dari program tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-evaluatif. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen, yaitu kuesioner, lembar observasi dan studi dokumentasi. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII pada kelas binaan industri sebanyak 33 orang. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program penerapan budaya kerja 5K memperoleh kategori ”Sangat Baik” pada seluruh aspek evaluasi, yaitu perencanaan (88,3%), pelaksanaan (85%), dan hasil program (89%). Temuan observasi juga menunjukkan tingkat ketercapaian yang tinggi, yaitu 100% pada aspek perencanaan, 89% pada aspek pelaksanaan, dan 80% pada aspek hasil. Meskipun demikian, materi pada proses pembekalan masih memerlukan pengembangan lebih lanjut dan internalisasi nilai kedisiplinan perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Dengan demikian, program penerapan budaya kerja 5K ini terbukti memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi sikap dan perilaku peserta didik, sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kondusif dan berorientasi industri. Berdasarkan hal tersebut, program ini sangat direkomendasikan untuk dipertahankan serta dikembangkan secara berkelanjutan guna mengoptimalkan manfaatnya bagi dunia pendidikan vokasional.