Kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan dalam pembelajaran digital, terutama bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan perangkat, internet, dan pendampingan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Resource Sharing-Blended Project-Based Learning (RS-BPBL) EduLink dalam meningkatkan literasi digital dan kemandirian belajar pada lingkungan belajar berbasis komunitas. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen multisitus dengan model one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 111 peserta didik dari enam learning hub berbasis masjid di Kota Padang. Intervensi dilaksanakan selama 12 minggu melalui 10 sesi pembelajaran terstruktur dan tiga kegiatan showcase. Data dikumpulkan menggunakan tes literasi digital, rubrik keterampilan digital, angket kemandirian belajar, skala pembelajaran kolaboratif, log aktivitas LMS, dan rubrik showcase. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, paired-sample t-test, normalized gain, dan triangulasi data proses. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh variabel. Rata-rata literasi digital meningkat dari 41,6 menjadi 74,8, keterampilan digital dari 43,2 menjadi 77,9, kemandirian belajar dari 2,61 menjadi 3,96, dan pembelajaran kolaboratif dari 2,74 menjadi 4,01. Adopsi LMS mencapai 100%, penyelesaian tugas 84,9%, partisipasi forum 81,2%, dan skor showcase 82,6. Temuan ini menunjukkan bahwa RS-BPBL EduLink efektif sebagai model pembelajaran digital inklusif yang mengintegrasikan berbagi sumber daya, proyek kolaboratif, dukungan LMS, dan asesmen autentik pada komunitas berakses terbatas.