Delia Akmalia
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Nusa Putra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif CRITIC-TOPSIS dan Entropy-TOPSIS dalam Penentuan Prioritas Pembangunan Wilayah Kecamatan Delia Akmalia; Sudin Saepudin; Ghina Syabani Yudha
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 7 (2026): JPTI - Juli 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1979

Abstract

Pembangunan wilayah yang tidak merata dapat menyebabkan kesenjangan antarwilayah sehingga diperlukan pendekatan yang objektif dalam menentukan prioritas pembangunan daerah. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh metode pembobotan objektif Criteria Importance Through Intercriteria Correlation (CRITIC) dan Entropy yang diintegrasikan dengan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam menentukan prioritas pembangunan kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Kajian ini memberikan analisis komparatif metode CRITIC-TOPSIS dan Entropy-TOPSIS pada penentuan prioritas pembangunan wilayah tingkat kecamatan yang masih terbatas ditemukan pada penelitian sebelumnya. Perbandingan kedua metode dilakukan untuk mengidentifikasi pengaruh perbedaan teknik pembobotan terhadap hasil pemeringkatan prioritas pembangunan wilayah. Penelitian menggunakan data sekunder tahun 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukabumi dengan 47 kecamatan dan tujuh kriteria pembangunan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode CRITIC memberikan bobot terbesar pada kriteria Jarak ke Ibu Kota sebesar 0,2015, sedangkan metode Entropy memberikan bobot terbesar pada kriteria Kepadatan Penduduk sebesar 0,3552. Hasil pemeringkatan menunjukkan Kecamatan Tegalbuleud menempati peringkat pertama pada pendekatan CRITIC-TOPSIS dengan nilai preferensi 0,513489, sedangkan Kecamatan Cisaat menempati peringkat pertama pada pendekatan Entropy-TOPSIS dengan nilai preferensi 0,705350. Analisis korelasi Spearman menghasilkan nilai sebesar 0,2816 yang menunjukkan tingkat kesesuaian peringkat yang lemah antara kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode pembobotan menghasilkan variasi prioritas pembangunan wilayah sehingga pemilihan metode pembobotan perlu disesuaikan dengan tujuan perencanaan pembangunan daerah dan karakteristik data yang digunakan.