Bone Sugara Said
Universitas Adi Buana Surabaya, Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Isi dan Tingkat Kognitif dalam Kisi-Kisi Penilaian Tertulis IPAS Tahun Ajaran 2024/2025 Bone Sugara Said; Rufi'i Rufi'i; Sabariah Sabariah
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 6 (2026): JPTI - Juni 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1993

Abstract

Penilaian dalam pendidikan tidak lagi dipahami sekadar sebagai mekanisme pemberian nilai, melainkan sebagai proses terstruktur untuk merepresentasikan apa yang diharapkan dipelajari siswa dan bagaimana bukti pembelajaran dikumpulkan. Penelitian ini mengkaji kisi-kisi penilaian tertulis IPAS tahun ajaran 2024/2025 sebagai dokumen yang merepresentasikan struktur terencana dari evaluasi pembelajaran. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan pendekatan analisis dokumen, penelitian ini menganalisis satu dokumen kisi-kisi yang memuat 25 butir soal pilihan ganda dengan alokasi waktu 90 menit. Analisis difokuskan pada pengorganisasian konten, distribusi tingkat kognitif, serta hubungan struktural antara capaian pembelajaran, cakupan materi, indikator, tingkat kognitif, nomor soal, dan format soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokumen tersusun secara sistematis dengan format yang konsisten pada seluruh 25 butir soal. Kisi-kisi mencakup beragam konten IPAS meliputi sistem organ manusia, energi, tata surya, komponen ekosistem, siklus air, geografi, sejarah, keragaman budaya, dan kegiatan ekonomi, serta mencerminkan tiga tingkat kognitif yaitu L1, L2, dan L3 yang mengindikasikan variasi tuntutan berpikir yang direncanakan. Namun, karena tidak tersedia data skor siswa, data respons, butir soal lengkap, maupun bukti psikometrik, penelitian ini tidak dapat membuat klaim empiris mengenai reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, maupun kualitas pengecoh. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan bahwa kisi-kisi penilaian dapat dianalisis secara bermakna sebagai dokumen evaluasi sekaligus memperjelas batas inferensi dalam kondisi data yang terbatas. Guru dan pengembang instrumen disarankan memanfaatkan pendekatan analisis dokumen ini sebagai langkah awal dalam proses peningkatan kualitas penilaian sebelum data psikometrik tersedia.
Pengembangan Model Pembelajaran PRISMA untuk Memperkuat Student Agency pada Pembelajaran Digital Bone Sugara Said; Adi Bandono
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 7 (2026): JPTI - Juli 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.2034

Abstract

Transformasi pembelajaran digital menuntut model pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa, memperkuat kepemimpinan murid, serta memanfaatkan teknologi secara bermakna. Artikel ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran PRISMA (Personalized, Real-world, Interactive, Self-regulated, Mobile, and Analytical) sebagai rancangan konseptual untuk mendukung pembelajaran adaptif di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan pengembangan konseptual berbasis studi literatur. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah pembelajaran, penelusuran teori yang relevan, sintesis konstruk utama, perancangan komponen model, serta analisis konsistensi internal antarunsur model. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa PRISMA memadukan personalisasi belajar, keterkaitan dengan konteks dunia nyata, interaksi kolaboratif, regulasi diri, mobilitas teknologi, dan analitik pembelajaran ke dalam satu sistem pembelajaran yang terintegrasi. Sintaks model dirumuskan dalam enam tahap, yaitu Personalized Goal Setting, Real-world Exploration, Interactive Knowledge Construction, Self-regulated Execution, Analytical Monitoring, dan Professional Presentation and Feedback. Model ini diproyeksikan menghasilkan dampak instruksional berupa peningkatan kualitas pemahaman, literasi digital, dan kemampuan reflektif, serta dampak pengiring berupa kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan menghadapi tantangan abad ke-21. Validitas konseptual model dievaluasi melalui dua tolok ukur utama: keterlacakan antara setiap unsur PRISMA dengan konstruk teori yang mendasarinya, serta koherensi fungsional antarkomponen yang dinilai melalui analisis konsistensi internal apakah setiap tahap sintaks mendukung tujuan penguatan student agency. Dengan demikian, PRISMA berpotensi menjadi alternatif model pembelajaran digital yang relevan dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka dan penguatan profil pelajar Pancasila.