Yolandaru Septiana
Sekolah pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Angket Evaluasi Program UKS Dalam Rangka Meningkatkan Derajat Kesehatan Siswa Di SMP Negeri 1 Membalong Anton Kristiawan; Edi Istiyono; Yolandaru Septiana
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 6 (2026): JPTI - Juni 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.2103

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya derajat kesehatan siswa dalam mendukung keberhasilan bidang akademis yang kontras dengan berbagai tantangan yang ada di lapangan seperti kurangnya fasilitas UKS, sedikitnya jumlah kader kesehatan yang terlatih, dan sedikitnya keterlibatan siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah membuat instrumen kuesioner untuk mengevaluasi pelaksanaan program UKS dengan menerapkan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang benar dan konsisten, agar dapat meningkatkan kesehatan para siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian evaluasi dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan 22 orang sampel melalui metode purposive sampling, yaitu terdiri dari pembina UKS, guru PJOK, tenaga administrasi, serta perwakilan siswa dari pengurus PMR dan siswa biasa di SMP Negeri 1 Membalong. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga jenis kuesioner terstruktur. Analisis validitas isi dilakukan dengan menggunakan koefisien Aiken’s V berdasarkan penilaian tiga orang ahli, sedangkan uji reliabilitas antar penilai dilakukan dengan Intraclass Correlation Coefficient (ICC) atau Kappa menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini memfokuskan pada kualitas instrumen yang dibuat. Dalam pengujian validitas isi instrumen, diperoleh nilai koefisien Aiken sebesar 0,721, (kategori baik). Dari 20 indikator yang dinilai, sebagian besar berada dalam kategori baik hingga sangat baik, meskipun ada beberapa indikator yang berada dalam kategori sedang dan memerlukan perbaikan. Sementara itu, hasil uji reliabilitas antar-rater menunjukkan skor kesepakatan sebesar 0,620, sehingga disimpulkan alat ukur ini memiliki reliabilitas yang cukup baik. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan ini terbukti memenuhi standar ilmiah dan layak digunakan sebagai alat pengukuran yang objektif untuk mengevaluasi serta mendiagnosis hambatan dalam program UKS di tingkat sekolah. Dengan adanya instrumen ukur yang objektif tersebut, diharapkan hasil yang diperoleh dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung penyusunan kebijakan kesehatan di sekolah agar lebih menyeluruh, tepat sasaran, dan berkelanjutan.