Farhani Ayu Amalina
Universitas Budi Luhur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komparatif Efisiensi Energi Dan Akurasi Arsitektur Neuromorphic Dan Von Neumann Pada Inferensi Edge AI Muhammad Baso Adrian Ibrahim; Farhani Ayu Amalina; Muhammad Faiz Burhanuddin; Ruth Hanseliani; Jan Everhard Riwurohi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 6 (2026): JPTI - Juni 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.2136

Abstract

Permasalahan mendasar mengenai hubungan antara akurasi inferensi dan efisiensi energi pada perangkat Edge AI masih belum dijelaskan secara kuantitatif dalam literatur yang ada. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan spike sparsity sebagai parameter analitik kuantitatif untuk mengidentifikasi secara eksplisit kondisi ketika arsitektur Neuromorphic memberikan efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan arsitektur Von Neumann.  Perkembangan pesat perangkat IoT dan komputasi edge mendorong kebutuhan mendesak akan inferensi AI yang sangat hemat energi. Arsitektur Von Neumann yang mendasari perangkat edge menghadapi hambatan struktural: setiap operasi perkalian-akumulasi (MAC) pada jaringan saraf tiruan dalam (DNN) mensyaratkan transfer data berulang antara memori dan prosesor, menghasilkan konsumsi energi yang tidak proporsional terhadap kapasitas perangkat. Jaringan Saraf Spiking (SNN) dengan neuron Leaky Integrate-and-Fire (LIF) menawarkan paradigma komputasi berbasis peristiwa yang secara biologis masuk akal, di mana operasi sinaptik hanya terjadi saat ambang batas potensial membran tercapai. Studi ini menyajikan analisis komparatif komprehensif antara DNN dan SNN menggunakan arsitektur LeNet-5 pada dataset MNIST dan Fashion-MNIST, diimplementasikan sepenuhnya melalui simulasi perangkat lunak berbasis Python, PyTorch, dan snntorch. Efisiensi energi diukur melalui dua pendekatan komplementer: model energi teoretis (4,6 pJ/MAC untuk DNN; 0,9 pJ/SOP untuk SNN) dan pengukuran empiris menggunakan CodeCarbon. Hasil menunjukkan SNN dengan langkah waktu T=16 mencapai akurasi 98,63% pada MNIST dengan estimasi energi 15,55 ?J per inferensi, menghasilkan efisiensi 1,10× dibandingkan DNN (17,11 ?J, akurasi 99,21%). Sparsitas spike rata-rata 71,0% memenuhi ambang efisiensi teoretis, dan analisis Pareto mengonfirmasi T=16 sebagai konfigurasi titik optimal trade-off akurasi–energi. Kontribusi utama penelitian ini meliputi kerangka evaluasi komparatif sumber terbuka yang dapat direplikasi tanpa perangkat keras neuromorfik khusus, serta validasi spike sparsity sebagai parameter kuantitatif untuk menjelaskan hubungan antara akurasi inferensi dan efisiensi energi pada SNN, yang didukung melalui analisis pengaruh langkah waktu dan validasi silang model energi teoretis terhadap benchmark perangkat keras fisik. Secara praktis, temuan ini mengimplikasikan bahwa SNN dengan konfigurasi T=16 layak diadopsi pada perangkat Edge AI berdaya terbatas yang membutuhkan keseimbangan antara akurasi inferensi dan efisiensi energi, tanpa memerlukan perangkat keras neuromorphic khusus.