Panigoro Meyko
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Inklusif dan Pembelajaran Diferensiasi terhadap Literasi IPS Siswa SMP di Kecamatan Moutong Azmi Nur; Panigoro Meyko; Hafid Radia; Canon Syarwani; Ahmad Muchtar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i3.4683

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan permasalahan mendesak dalam pendidikan di Indonesia, termasuk pada SMP Negeri se-Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang inklusif dan adaptif terhadap keberagaman karakteristik peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pendidikan inklusif dan pembelajaran berdiferensiasi mempengaruhi literasi siswa di kelas Ilmu Sosial (IPS) di SMP Negeri (SMP) di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Sebanyak 76 individu dipilih dari populasi 308 siswa menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional sebagai bagian dari metodologi survei penelitian kuantitatif. Regresi linier berganda dengan variabel dummy digunakan untuk menguji data yang dikumpulkan melalui survei, observasi, dan dokumentasi. Data tersebut awalnya diuji menggunakan validitas, reliabilitas, dan uji asumsi tradisional sebelum hipotesis diuji. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengajaran yang beragam secara signifikan dan positif memengaruhi kemampuan literasi siswa (p < 0,05). Faktor terpenting yang memengaruhi literasi siswa adalah pendidikan inklusif, yang juga menunjukkan dampak positif dan signifikan. Variabel kategori sekolah, pendidikan inklusif, dan pengajaran individual semuanya memiliki dampak substansial pada kemampuan membaca siswa secara bersamaan. Menurut nilai koefisien determinasi (R2), faktor-faktor independen yang diteliti menjelaskan 46,1% variasi dalam literasi siswa. Dengan menggabungkan pendidikan inklusif dan pengajaran individual untuk meningkatkan literasi siswa yang beragam dalam kerangka pendidikan ilmu sosial, penelitian ini menambah literatur yang ada. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas wilayah dan jenjang sekolah yang diteliti serta mengkaji variabel lain, seperti kompetensi guru dan dukungan orang tua, agar diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi literasi peserta didik.