Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Rasio Keuangan Untuk Menilai Kinerja Keuangan Pada PT. Pertamina (Persero) Periode 2019-2024 Indri Dwi Damayanti; Riska Reasti Intan Purnama Sari; Kaline Naena Nurshanaya; Riri Hanifa; Noprian Noprian
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jebmak.v5i2.1882

Abstract

Penelitian ini menganalisis rasio keuangan PT. Pertamina (Persero) periode 2019–2024 dengan tujuan menilai kinerja keuangan perusahaan melalui rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan nilai pasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Current Ratio sebesar 143%, Quick Ratio sebesar 105%, dan Cash Ratio sebesar 56%, yang mengindikasikan tingkat likuiditas yang cukup stabil dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Pada rasio solvabilitas, rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR) sebesar 61% dan Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 157% menunjukkan struktur modal yang cukup berisiko namun masih dalam batas wajar bagi industri energi. Profitabilitas perusahaan menunjukkan kinerja yang cukup baik dengan rata-rata Return on Assets (ROA) sebesar 3%, Return on Equity (ROE) sebesar 9%, dan Net Profit Margin (NPM) sebesar 6%, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Selanjutnya, rasio nilai pasar menunjukkan rata-rata Earning Per Share (EPS) sebesar 17,73, yang masih berada di bawah standar industri, menunjukkan bahwa laba yang dihasilkan per lembar saham masih relatif rendah. Selain itu, rata-rata Price Earning Ratio (PER) sebesar 8,12, menunjukkan bahwa harga saham perusahaan masih berada dalam kisaran yang wajar dibandingkan laba per saham yang dihasilkan, sedangkan rasio Price to Book Value (PBV) sebesar 0,44 menunjukkan bahwa nilai pasar perusahaan masih lebih rendah dibandingkan nilai bukunya.