Siti Nur Fariha Erna Hasan
Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sejarah Syekh Ahmad Kholil dalam Perpsektif Sejarah dan Pengaruhnya Terhadap Warisan Budaya Masyarakat Desa Rawasan ST Faridhotul Hasanah; Bintang Tata Arifia; Nurul Hakim; Siti Nur Fariha Erna Hasan
QAZI: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qz.v3i1.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah Syekh Ahmad Kholil dalam perspektif sejarah lokal serta menganalisis pengaruhnya terhadap warisan budaya masyarakat Desa Rawasan, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Fokus penelitian meliputi proses kedatangan, peran, serta strategi dakwah yang digunakan dalam menyebarkan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap terbentuknya kearifan lokal masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara kepada tokoh masyarakat, sesepuh desa, dan juru kunci makam. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Ahmad Kholil memiliki peran penting dalam proses penyebaran Islam di Desa Rawasan melalui pendekatan dakwah yang persuasif, kultural, dan berbasis keteladanan. Strategi dakwah yang dilakukan secara bertahap, mengedepankan nilai tasawuf, serta menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat, membuat ajaran Islam dapat diterima tanpa menghilangkan tradisi lokal. Pengaruh tersebut terlihat pada tetap lestarinya berbagai tradisi seperti sedekah bumi, pertunjukan wayang, dan tayuban yang mengandung nilai religius dan sosial. Dengan demikian, keberadaan Syekh Ahmad Kholil tidak hanya berkontribusi dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam membentuk identitas budaya masyarakat yang bertahan hingga saat ini. Kata Kunci: budaya lokal, dakwah, sejarah Islam, Syekh Ahmad Kholil, tradisi Rawasan