Hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan merupakan salah satu kajian penting dalam filsafat ilmu yang terus berkembang mengikuti perubahan paradigma keilmuan. Keduanya saat ini tidak lagi dipandang sebagai dua sistem yang saling bertentangan, melainkan sebagai elemen yang saling melengkapi dalam upaya memahami realitas secara lebih utuh. Akan tetapi, dalam praktik pengembangan ilmu pengetahuan masih ditemukan kecenderungan pemisahan antara pendekatan empiris dan nilai-nilai keagamaan, sehingga diperlukan kajian filosofis yang lebih mendalam dan komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara agama dan ilmu pengetahuan dalam perspektif filsafat ilmu melalui studi literatur yang menelaah aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari buku, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ontologis, agama dan ilmu pengetahuan memiliki objek kajian yang berbeda, namun keduanya saling mendukung dalam memahami realitas secara komprehensif. Secara epistemologis, akal dan wahyu dapat diposisikan sebagai sumber pengetahuan yang saling terintegrasi. Sementara itu, secara aksiologis, agama berperan sebagai landasan nilai dan etika dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Integrasi keduanya memberikan dampak positif dalam bidang pendidikan dan kehidupan sosial melalui pembentukan karakter yang seimbang antara aspek intelektual, moral, dan spiritual. Dengan demikian, integrasi agama dan ilmu pengetahuan menjadi pendekatan yang relevan dalam membangun paradigma keilmuan yang holistik, humanis, dan responsif terhadap perkembangan zaman.