Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara math anxiety dan self-regulated learning dalam pembelajaran matematika di era digital serta mengkaji peran teknologi dalam mempengaruhi kedua variabel tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Systematic Literature Review terhadap 35 artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data akademik dalam rentang lima hingga sepuluh tahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui tahapan penelusuran dan seleksi artikel berdasarkan pedoman PRISMA, sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa math anxiety memiliki hubungan negatif dengan self-regulated learning, di mana peningkatan tingkat math anxiety berkaitan dengan menurunnya kemampuan siswa dalam mengelola proses belajar secara mandiri. Selain itu, math anxiety berpengaruh terhadap aspek kognitif, metakognitif, dan motivasional siswa. Sebaliknya, self-regulated learning berperan dalam membantu siswa mengelola pembelajaran sekaligus mengurangi dampak negatif kecemasan. Simpulan: Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran matematika memberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa, namun tidak secara langsung menurunkan tingkat math anxiety tanpa didukung strategi pembelajaran yang tepat. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami keterkaitan aspek afektif dan kognitif serta menjadi dasar bagi pengembangan pembelajaran matematika yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.