Ninon Syofia
Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Kota Padangpanjang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROBLEMATIKA PEWARISAN KESENIAN ULU AMBEK PADA MASYARAKAT NAGARI SUNGAI ASAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT Nabila Salsabil Ramadhani; Kurniadi Ilham; Yesriva Nursyam; Ninon Syofia
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk problematika pewarisan kesenian Ulu Ambek ada masyarakat Nagari Sungai Asam Kabupaten Padang Pariaman, serta menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya hambatan dalam proses transmisi antar generasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas guru Ulu Ambek, tokoh masyarakat, serta generasi muda. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk membantu menjawab dari permasalahan teori yang dipakai yaitu teori pewarisan budaya atau cultural transmission menurut Cavalli-Sforza dan Feldman (1981) dan teori problematika perubahan sosial menurut Murgiyanto (2018). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika pewarisan kesenian Ulu Ambek pada masyarakat Nagari Sungai Asam Kabupaten Padang Pariaman terjadi akit adanya berbagai faktor yang berkaitan. Dimana adanya faktor internal yang dipengaruhi oleh kurang terlibatnya guru Ulu Ambek, tokoh adat dan masyarakat dalam memberi pembinaan. Selain itu, adanya faktor ekternal yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, pengaruh lingkungan pertemanan, serta treadisi merantau yang membuat minat generasi muda menurun. Permasalahan tersebut tidak menunjukan bahwa Ulu Ambek hilang dari kehidupan masyarakat, melainkan menunjukan adanya perubahan mekanisme pewarisan yang selama ini menjadi dasar keberlanjutan kesenian tersebut.