Sri Meiweni Basrah
Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TARI BAGURAU SEBAGAI PENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF SANGGAR DI KOTA BUKITTINGGI Nuerma Falianti; Hardi; Yesriva Nursyam; Sri Meiweni Basrah
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.604

Abstract

Tari Bagurau merupakan salah satu tari kreasi Minangkabau yang masih ditampilkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, seperti pesta pernikahan, penyambutan tamu, kegiatan budaya, dan pariwisata. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan dan pelestarian budaya, Tari Bagurau juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh sanggar seni di Kota Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Tari Bagurau, menganalisis pemanfaatannya sebagai pendukung pengembangan ekonomi kreatif, serta mendeskripsikan bentuk promosi yang dilakukan oleh sanggar seni di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian dilakukan pada Tari Bagurau yang dikelola oleh Sanggar Puti Limo Jurai, Sanggar Dalamak Kaco, dan Sanggar Gastarana di Kota Bukittinggi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekonomi kreatif John Howkins yang menjelaskan bahwa kreativitas dan keterampilan dapat menghasilkan nilai ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Bagurau dimanfaatkan sebagai bagian dari paket pertunjukan yang ditawarkan sanggar dalam berbagai kegiatan masyarakat. Pengelolaan, pengemasan, dan promosi melalui media sosial turut mendukung keberlangsungan pertunjukan Tari Bagurau serta memperluas jangkauan pemasarannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tari Bagurau tidak hanya berperan sebagai media pelestarian budaya Minangkabau, tetapi juga menjadi pendukung pengembangan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat ekonomi bagi sanggar seni di Kota Bukittinggi.