p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ezra Science Bulletin
Yuli Hendra Multi Albar
Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RASUNAH PEREMPUAN PENCARI BERONDOL SAWIT DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Nunung Sagita; Yuli Hendra Multi Albar
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.605

Abstract

Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berperan penting dalam perekonomian nasional dan daerah, namun di balik besarnya ^ industri tersebut terdapat fenomena sosial yang jarang diperhatikan, yaitu ketergantungan masyarakat terhadap sisa produksi perusahaan sawit melalui aktivitas pencarian brondol sawit. Kondisi ini banyak dijalani oleh perempuan di pedesaan, termasuk perempuan lanjut usia yang harus menjalani peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengelola rumah tangga. Karya fotografi dokumenter berjudul “Rasunah Perempuan Pencari Brondol Sawit dalam Fotografi Dokumenter” bertujuan merekam kehidupan Ibu Rasunah sebagai perempuan pencari brondol sawit di Desa Bunga Tanjung, Mukomuko, Bengkulu, melalui pendekatan fotografi dokumenter yang menyajikan realitas sosial secara faktual dan naratif. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi pustaka, dan wawancara guna memperoleh gambaran mengenai kondisi sosial, ekonomi, serta aktivitas kehidupan pencari brondol sawit. Proses penciptaan karya dilakukan melalui tahap eksplorasi, perancangan konsep visual, pengambilan gambar, hingga penyajian karya dalam bentuk photo story yang divisualisasikan ke dalam 21 karya foto. Karya-karya tersebut menampilkan aktivitas kerja, kondisi lingkungan perkebunan sawit, interaksi sosial pekerja, hingga potret detail tubuh sebagai simbol kerja keras dan ketahanan hidup perempuan lansia di sektor informal. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai media refleksi terhadap isu ketergantungan masyarakat pada sisa produksi industri sawit, kerentanan perempuan lansia, serta invisibilitas kerja perempuan di sektor informal.
PENGRAJIN TALEMPONG DI SUNGAI PUA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Refkyan Oktavian; Yuli Hendra Multi Albar
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i2.613

Abstract

Penciptaan karya fotografi berjudul “Pengrajin Talempong di Sungai Pua dalam Fotografi Dokumenter” ini berangkat dari kepedulian terhadap keberlangsungan para pengrajin alat musik tradisional talempong di Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Talempong merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Fokus utama penelitian ini adalah menggambarkan kehidupan serta proses kerja para pengrajin talempong melalui pendekatan fotografi dokumenter. Penelitian bertujuan merekam dan menghadirkan visual mengenai aktivitas, keterampilan, serta sisi kemanusiaan para pengrajin yang tetap bertahan di tengah perkembangan zaman. Metode yang digunakan mencakup observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan narasumber, penyusunan konsep visual, hingga proses pemotretan di lokasi bengkel kerajinan. Teknik fotografi dokumenter diterapkan untuk menangkap situasi nyata secara spontan sehingga menghasilkan representasi yang autentik. Karya yang dihasilkan terdiri dari 23 karya dokumenter yang menampilkan letak geografis, berbagai tahapan produksi talempong, kehidupan sosial pengrajin, hingga potret pribadi para pengrajin. Secara keseluruhan, karya ini menunjukkan bahwa fotografi dokumenter dapat menjadi media efektif untuk merekam realitas sosial dan budaya. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional talempong sekaligus mendukung pelestarian kerajinan logam yang diwariskan secara turun-temurun di wilayah Sungai Pua.