Batik Mande Rubiah merupakan salah satu batik khas yang berasal dari Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dengan motif yang diciptakan oleh Dewi Hapsari Kurniasih berdasarkan inspirasi dari iluminasi naskah kuno Rumah Gadang Mande Rubiah. Meskipun telah berhasil diperkenalkan hingga tingkat internasional, batik ini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat, terutama di wilayah Sumatera Barat. Salah satu penyebabnya adalah minimnya media promosi visual yang mampu menampilkan keunikan dan nilai estetikanya secara optimal. Atas dasar tersebut, penciptaan karya ini bertujuan untuk menghadirkan Batik Mande Rubiah dalam bentuk fotografi fashion sebagai media promosi yang menarik sekaligus memperkenalkan identitas budaya yang terkandung di dalamnya. Proses penciptaan karya dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, perancangan, pelaksanaan, dan penyajian karya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, serta wawancara dengan Dewi Hapsari Kurniasih, Pramono, dan Camat Lunang. Dalam proses pemotretan digunakan konsep indoor dan outdoor dengan penerapan teknik one light setup, two light setup, three light setup, serta mix lighting untuk menghasilkan visual yang mampu menonjolkan detail motif dan karakter busana. Berbagai komposisi serta sudut pengambilan gambar juga diterapkan agar karya memiliki nilai estetis yang kuat. Penggunaan latar pantai sebagai representasi daerah asal batik serta pengolahan pencahayaan yang tepat mampu memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan. Melalui karya ini diharapkan masyarakat semakin mengenal Batik Mande Rubiah sebagai warisan budaya lokal yang memiliki nilai artistik tinggi sekaligus mendukung upaya pelestarian dan pengembangannya melalui media fotografi fashion.