Firman Firdausi
Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MANAJEMEN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN PENERIMAAN MELALUI E-PBB DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA BATU: Government Management Increases Revenue Through Land and Electronic Building Tax (E-PBB) at the Batu City Regional Revenue Agency Maria Clemensia Mere; Firman Firdausi
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen pemerintah dalam meningkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui implementasi Electronic Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Batu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning, actuating, dan controlling telah diterapkan dengan baik dalam mendukung implementasi E-PBB melalui perencanaan program digitalisasi, pelaksanaan pelayanan perpajakan, serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Sementara itu, fungsi organizing telah dilaksanakan melalui pembagian tugas dan koordinasi antarlembaga, namun belum optimal karena masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia pada beberapa posisi teknis. Faktor pendukung implementasi E-PBB meliputi ketersediaan infrastruktur teknologi, dukungan anggaran, kerja sama antarlembaga, dan tersedianya berbagai kanal pembayaran digital. Adapun faktor penghambat meliputi rendahnya literasi digital masyarakat, rendahnya pemanfaatan layanan elektronik oleh wajib pajak, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala jaringan internet di beberapa wilayah. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi E-PBB tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah daerah mengintegrasikan fungsi-fungsi manajemen secara efektif dalam penyelenggaraan pelayanan perpajakan.
INOVASI “MENYALA” DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN DADAPREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU: "MENYALA" Innovation in Improving the Quality of Public Services in Dadaprejo Village Junrejo District Batu City Alfonsiana Irma; Firman Firdausi; Savia Melati
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi inovasi "Menyala" dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu berdasarkan teori difusi inovasi Rogers serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi "Menyala" mampu meningkatkan efisiensi pelayanan melalui penyederhanaan prosedur, percepatan layanan, dan kemudahan akses administrasi. Implementasi inovasi telah memenuhi atribut relative advantage, compatibility, trialability, dan observability, sedangkan atribut complexity masih menjadi tantangan akibat rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Faktor pendukung meliputi kesiapan infrastruktur, kompetensi aparatur, dan komitmen pemerintah kelurahan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan literasi digital masyarakat serta belum optimalnya sosialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan inovasi pelayanan publik ditentukan oleh integrasi antara teknologi, kapasitas kelembagaan, dan kesiapan masyarakat.
ANALISIS ANALISIS SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU: Analysis of the Public Satisfaction Survey on the Quality of Public Services at the Bumiaji District Office Batu City Fery Julkarnain; Firman Firdausi; Ignatius Adiwidjaja
JADMENT: Journal of Administration and Development Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Forind bekerja sama dengan FISIP Unitri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jadment.v3i2.77

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan indikator penting dalam menilai kinerja penyelenggara pemerintahan sekaligus menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan publik di Kecamatan Bumiaji Kota Batu berdasarkan perspektif SERVQUAL. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang meliputi unsur pimpinan, aparatur pelayanan, dan masyarakat pengguna layanan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik telah berjalan dengan baik, ditunjukkan oleh prosedur pelayanan yang jelas, keterbukaan informasi, kompetensi aparatur, serta penerapan prinsip keadilan dan keramahan dalam pelayanan. Namun demikian, kualitas pelayanan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, gangguan infrastruktur teknologi, koordinasi lintas instansi, dan rendahnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap persyaratan administrasi. Peningkatan kapasitas organisasi dan optimalisasi pelayanan berbasis digital menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.