Konsep Manusia Baru dalam Efesus 4:17–32 mengacu pada transformasi hidup secara menyeluruh setelah seseorang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hidup sebagai manusia baru menuntut penanggalkan pola hidup lama yang dipengaruhi oleh dosa dan penghayatan identitas baru dalam Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat konfirmasi manusia baru berdasarkan Efesus 4:17–32 di kalangan jemaat GBI Rock Cabang Idas, Noyan, Sanggau, Kalimantan Barat; dan (2) mengidentifikasi dimensi paling dominan yang memengaruhi konfirmasi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen angket skala Likert. Data dianalisis menggunakan SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta uji hipotesis menggunakan confidence interval (taraf signifikansi 5%), uji regresi (F-test), dan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konfirmasi manusia baru berada dalam kategori tinggi, dengan confidence interval sebesar 249,9485–256,3993. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar jemaat telah menunjukkan perubahan hidup positif, seperti sikap terbuka, kemampuan mengampuni, dan semangat dalam pelayanan. Namun, masih ditemukan tantangan, antara lain keterikatan pada kebiasaan lama seperti mabuk-mabukan, berjudi, serta ketergantungan terhadap praktik-praktik non-Kristiani. Dimensi yang paling dominan dalam membentuk konfirmasi manusia baru adalah “Mengenakan Manusia Baru” (D4), dengan koefisien korelasi 0,967 dan determinasi sebesar 93,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Kristiani secara nyata dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci transformasi rohani jemaat.