Keterlambatan penyampaian informasi mengenai peningkatan muka air dapat memperbesar risiko kerusakan serta mengurangi efektivitas tindakan mitigasi banjir. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap sistem pemantauan yang mampu melakukan pengukuran dan distribusi informasi secara cepat serta berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa sistem pemantauan banjir berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan sensor ultrasonik HC-SR04, NodeMCU ESP8266, dan platform Blynk melalui pendekatan evaluasi terpadu antara akurasi pengukuran dan performa komunikasi data. Pengujian dilakukan pada tiga variasi level air, yaitu 5 cm, 10 cm, dan 15 cm dengan sepuluh kali pengulangan pada setiap level pengukuran. Evaluasi akurasi sensor dianalisis menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), standar deviasi, dan coefficient of variation (CV), sedangkan performa komunikasi dianalisis berdasarkan mean latency, p95 latency, standar deviasi, dan confidence interval 95% pada kondisi RSSI kuat dan RSSI sedang. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan performa pengukuran yang stabil dengan nilai MAE sebesar 0.029–0.039 cm dan nilai MAPE di bawah 1%. Pada pengujian komunikasi, rata-rata latency tercatat sebesar 0.968 detik pada kondisi RSSI kuat dan 1.925 detik pada kondisi RSSI sedang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas jaringan memberikan pengaruh langsung terhadap kestabilan komunikasi pada sistem IoT berbasis cloud. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka evaluasi empiris yang mengintegrasikan analisis akurasi sensor dan latency komunikasi dalam satu skenario pengujian sistem pemantauan banjir berbasis IoT berbiaya rendah. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan menunjukkan performa yang memadai untuk kebutuhan monitoring level air secara real-time pada skala prototipe.