Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat financial distress sebelum dan selama era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) serta menguji pengaruh rasio likuiditas, rasio profitabilitas, operating capacity, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017–2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan tahunan 18 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score Modifikasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan tidak mengalami perubahan kondisi financial distress sebelum dan selama era VUCA, meskipun terdapat beberapa perusahaan yang mengalami perbaikan maupun penurunan kondisi keuangan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, sedangkan rasio profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, operating capacity dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Nilai koefisien determinasi sebesar 82,2% menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian mampu menjelaskan variasi financial distress secara kuat. Temuan ini memberikan implikasi bagi perusahaan, investor, dan kreditur dalam mengantisipasi risiko kesulitan keuangan pada kondisi bisnis yang penuh ketidakpastian.