Industri farmasi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan (sustainability performance) yang mencakup dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Continuous improvement (CI) dan sistem digital dipandang sebagai faktor kunci dalam mendukung pencapaian kinerja keberlanjutan, namun penelitian yang mengkaji peran mediasi sistem digital dalam hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh continuous improvement terhadap kinerja keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, dan sosial) dengan sistem digital sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur farmasi. Dengan menggunakan pendekatan survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 202 responden di berbagai bidang fungsional dan tingkat pekerjaan dalam sektor manufaktur farmasi. Kami menganalisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software AMOS untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa perbaikan berkelanjutan berdampak positif pada sistem digital. Selain itu, perbaikan berkelanjutan secara signifikan meningkatkan kinerja keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Temuan ini juga menunjukkan bahwa sistem digital secara signifikan memediasi hubungan antara perbaikan berkelanjutan dan seluruh aspek kinerja keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa menggabungkan praktik perbaikan berkelanjutan dengan penerapan sistem digital akan meningkatkan pencapaian kinerja berkelanjutan. Studi ini menambah literatur yang ada dengan memberikan bukti bagaimana perbaikan berkelanjutan dan sistem digital bekerja sama untuk mendukung keberlanjutan dalam manufaktur farmasi. Secara praktis, temuan ini menekankan perlunya menghubungkan inisiatif perbaikan berkelanjutan dengan strategi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan jangka panjang.