M Saunan Al Faruq
Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Pendidikan Bisnis dan Ilmu Sosial, Universitas Sunan Gresik, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Sekolah Dasar Pedesaan melalui Optimalisasi Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial M Saunan Al Faruq; Zaqia Rahma Dewi; Sabar Sabar
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1311

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan literasi digital dasar siswa melalui implementasi kurikulum koding dan kecerdasan artifisial (KKA) di UPT SD  Negeri  261  Gresik.  Identifikasi awal menunjukkan  bahwa  sekolah  mitra  belum  memiliki kurikulum terstruktur terkait koding dan kecerdasan artifisial, serta guru belum memiliki kompetensi pedagogik dalam  mengajar  konten  teknologi  tersebut. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah reseaerch and development (R&D), dimana metode ini memberikan pemahaman secara mendalam terkait masalah yang akan ditindaklanuti melalui peneltian atau identifikasi dan analisi untuk selanjutnya diberikan solusi melalui proses pegembangan. Kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendalami permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh guru dan warga sekolah secara umum. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan literasi digital oleh guru-guru dan siswa yang ditunjukkan dengan kecakapannya dengan penggunaan komputer. Guru juga terlibat aktif dalam penyusunan kurikulum koding dan kecerdasan artifisial untuk tingkat dasar melalui pelatihan dan workshop guru. Luaran program pengabdian ini diantaranya adalah (1) dokumen kurikulum koding dan kecerdasar artifisial, (2) modul  ajar,  (3) peningkatan  kompetensi  guru, (4) peningkatan  kemampuan  computational  thinking siswa. Secara umum, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dinilai dengan predikat berhasil. Hal tersebut dapat dilihat pada peningkatan kemampuan guru dalam membuat game sederhana seperti puzzle dan animasi interaktif melalui pemanfaatan PID (Papan Interaktif Digital), serta beberapa aplikasi yang meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berbasis computational thinking.