Kebiasaan makan tidak sehat pada remaja Indonesia, yang ditandai dengan tingginya konsumsi siap saji dan minuman manis serta rendahnya asupan sayur dan buah, menjadi masalah gizi yang kian memprihatinkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMK Negeri 1 Kota Tegal mengenai dampak pola makan buruk terhadap status kesehatan. Sasaran kegiatan ini berfokus pada 31 siswa kelas X dari jurusan Tata Boga. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif berbasis PowerPoint, media poster "Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang", serta sesi tanya jawab. Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan instrumen berupa 8 soal pilihan ganda dan 7 pernyataan skala Likert (rentang skor 7–135). Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan z-score WHO. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman gizi remaja berhasil dipertahankan dan dimantapkan pada kategori baik setelah diberikan edukasi. Edukasi ini berhasil memantapkan pemahaman gizi peserta pada kategori baik, meningkatkan kesadaran pemenuhan gizi harian sesuai tingkat aktivitas di sekolah, serta mendorong kemandirian siswa dalam memilih makanan yang lebih sehat. Kesimpulannya, kombinasi ceramah interaktif, poster edukasi, dan sesi tanya jawab efektif dalam mempertahankan dan memperkuat pengetahuan gizi responden pada kategori baik meskipun tidak menunjukkan lonjakan skor rata-rata secara signifikan akibat fenomena ceiling effect. Program edukasi gizi yang lebih intensif dan berkelanjutan tetap diperlukan untuk menghasilkan perubahan perilaku makan yang signifikan pada remaja SMK.