Saepudin Saepudin
Departemen Teknik Informatika, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Teknologi Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Sortir Zat Aditif untuk Peningkatan Kesehatan Warga RT 9 Kelurahan Warung Muncang Bandung Ai Nurhayati; Saepudin Saepudin; Suci Tresna Dewi Handayani; Jack Febrian Rusdi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): IJPM - Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1370

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka sosialisasi bahaya zat aditif pada makanan. Kegiatan ini penting dilakukan karena masih banyak warga yang tidak mengerti dampak bahaya dari zat aditif pada makanan. Peserta mengikuti beberapa tahapan berupa penyuluhan, pemutaran video eksperimen, praktik penyortiran makanan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Metode pengabdian dilaksanakan dengan cara pembagian pretest, kemudian pemberian materi, lalu praktik sortir makanan, kemudian posttest. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara mempraktikkan kepada warga mengenai metode penyaringan makanan tanpa zat aditif. Warga melakukan praktik langsung cara menyortir makanan yang mengandung zat aditif dan memisahkan dari jenis makanan yang tidak mengandung zat aditif. Hasil dari kegiatan ini adalah warga mengalami peningkatan ilmu pengetahuan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya zat aditif yang terkandung dalam makanan instan. Awalnya, sebelum dilatih, hanya 26,7 % tingkat pemahaman peserta mengenai zat aditif; kemudian, setelah dilatih mengenali zat aditif, tingkat pemahaman zat aditif naik menjadi 93,3 %. Warga semakin meningkat pemahamannya mengenai cara menyaring makanan terbaik untuk anak-anaknya agar terhindar dari makanan yang mengandung zat aditif. Hasil dari kegiatan ini sangat penting agar kesadaran warga mulai meningkat sejak dini, sehingga mereka bisa memilih makanan terbaik untuk dikonsumsi oleh keluarganya. Hasil dari kegiatan ini adalah perubahan perilaku peserta yang mulai memilih makanan alami dibandingkan dengan makanan yang mengandung zat aditif.  Hasil dari pengabdian ini dapat meningkatkan kecerdasan calon konsumen agar bisa menghindari bahaya zat aditif dari makanan. Pada akhirnya, derajat kesehatan warga menjadi semakin meningkat.